Gub-hadiri-PPSMB-UGMBintoro

2019 Jalur Tol Bertambah 1.851 Km

August 13, 2017 — Prov Jateng
Yogyakarta – Pemerintah terus menggenjot program pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol di berbagai pelosok nusantara. Termasuk Trans Jawa yang ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2018, serta jalur-jalur penghubung daerah di perbatasan.“Kita membangun perbatasan, membangun Trans Papua dan Kalimantan, itu semua dalam pengejawantahan sila persatuan dari Pancasila,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat dialog kritis dan solutif untuk negeri “Teras Kita,” di Balairung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu (12/8).Dialog yang diselenggarakan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) bersama Harian Kompas dengan tema “Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia” itu merupakan diskusi terkait refleksi 72 tahun Indonesia merdeka.Hadir sebagai pembicara, Ketua Umum Kagama sekaligus Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Moeljono, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.Dalam paparannya Basuki menyebutkan, selama 40 tahun atau hingga era pemerintahan Presiden Joko Widodo, total panjang jalan tol di Indonesia hanya 780 kilometer, termasuk tol di Jateng yang akan menyambungkan Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur atau Trans Jawa.

Pada 2017, lanjut dia, tol baru yang tersebar di berbagai belahan pulau seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi akan bertambah sepanjang 568 kilometer. Sedangkan pada 2019 jalur tol akan bertambah sepanjang 1.851 kilometer. Pembangunan jalan tol itu dibutuhkan masyarakat.

Basuki mencontohkan arus lalu lintas kendaraan pada musim mudik 2017 yang memfungsikan jalur darurat Brebes – Gringsing, Kabupaten Batang.

Penggunaan jalan tol yang masih dalam proses pengerjaan itu mendapat apresiasi masyarakat, sebab meskipun bersifat darurat namun pemudik merasa nyaman karena mampu menghindari kemacetan di jalur pantura.

Basuki Hadimuljono

“Akhir 2018 Insya Allah trans tol Trans Jawa sudah terkoneksi dan operasional. Berarti target tahun depan mudik sudah tidak ada lagi jalan darurat tapi Brebes-Semarang harus sudah jadi jalan tol,” tandasnya.

Menteri yang pernah mengenyam pendidikan di UGM itu menjelaskan, terdapat sejumlah terobosan yang dikerjakan Kementerian PUPR dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan. Pertama tentang regulasi, terutama bagaimana menyederhanakan regulasi-regulasi yang selama ini menyulitkan. Terobosan kedua tentang inovasi teknologi, seperti penggunaan jembatan apung, pembangunan empat flyover di beberapa kabupaten di Jateng dalam waktu 4,5 bulan.

“Saat mengerjakan jalan dan flyover di Jateng, saya ditelepon terus dan baru kali ini menteri dimarahi gubernur, tetapi itu untuk kebaikan kita semua. Kalau saya dimarahi pak gubernur, maka saya SMS ke Pak Wamenkeu biar duitnya dihentikan,” guraunya.

Selain itu tidak kalah penting adalah terobosan kepemimpinan dan inovasi pembiayaan. Terkait inovasi pembiayaan, Kementerian PUPR bekerja tidak hanya berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Rp106 triliun. Jumlah anggaran tersebut tidak cukup apalagi investasi pengerjaan tol saat ini minimal Rp 272 triliun, sehingga proposal berikutnya inovasi pembiayaan menggandeng pihak swasta dan BUMN.

“Kita juga terus menyampaikan capaian-capaian kita. Tidak ada maksud apa-apa kecuali ini lho kerjaan yang sudah kita lakukan dalam rangka mengisi kemerdekaan. Masak 72 tahun kita merdeka tidak ngapa-ngapain,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Kagama sekaligus Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, fungsional tol mulai dari Brebes-Gringsing ternyata solusi memecah kemacetan kendaraan selama arus mudik-balik Lebaran 2017. Pengalaman penanganan arus mudik dan balik merupakan bentuk kerja sama paling bagus antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dari penyelesaian masalah yang setiap tahun selalu muncul di jalur pantura Jateng.

“Kabupaten saya ‘oseng-oseng’ terlebih dahulu karena sudah teridentifikasi yang membikin macet. Pasar tumpah dan antrean di SPBU menjadi PR para bupati dan wali kota bagaimana menyelesaikannya,” katanya.

Ketika berbicara kemerdekaan, alumus Fakultas Hukum UGM itu mengatakan, problem politik di daerah yang dirasakan saat ini adalah sekat atau batas antar tingkat pemerintahan yang cukup tinggi. Karenanya mulai sekarang semua harus mulai mengharamkan batas-batas tersebut.

“Saya telepon Pak Basuki yang pertama saat di jalur Daendels rusak, lalu saya tanya bupati ternyata bukan jalan kabupaten, cek Binamarga bukan Jalan provinsi dan juga bukan jalan nasional. Artinya anak tiri, ini jalannya Mbah Daendels,” selorohnya.

Bahkan setelah Kementerian PUPR dan Pemprov Jateng saling komunikasi, termasuk terkait anggaran untuk perbaikan jalan utama Jateng bagian selatan itu kurang lebih Rp 52 miliar, maka sekarang jalannya sudah bagus. Dan masyarakat bertepuk tangan tanda bahagia.

Penulis : Mn, Humas Jateng | Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Sumber: https://jatengprov.go.id/berita-utama/2019-jalur-tol-bertambah-1-851-km/

sujadi

Sujadi Tinjau Jembatan Gantung Soropadan

TEMANGGUNG – Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi meninjau jembatan gantung di Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat beberapa waktu lalu. Jembatan tersebut merupakan salah satu proyek infrastruktur milik Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menggunakan tahun anggaran 2016 di Kabupaten Temanggung.

Sujadi mengatakan, peninjauan bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi jembatan setelah selesai dibangun beberapa waktu lalu. Diutarakan keberadaan jembatan tersebut sangat bermanfaat untuk sarana kelancaran transportasi yang menghubungkan antara Dusun Jurangsari Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung dengan Desa Kalikutho Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang di atas aliran Sungai Elo. Dari hasil tinjauan tersebut, pihaknya berencana untuk segera mengusulkan penambahan safety guard setinggi setengah meter yang akan dianggarkan pada tahun 2017 ini.

“Nanti akan kami usulkan untuk membuat safety guard untuk menambah sisi keamanan bagi warga masyarakat yang melintasi jembatan gantung, terutama anak-anak,” akunya.

Sujadi menuturkan bahwa pembangunan jembatan gantung seperti ini merupakan salah satu proyek strategis pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan serta kemajuan desa yang selama ini terkendala masalah sulitnya akses menuju lokasi lain. Antara lain mempermudah warga desa yang hendak menjual hasil bumi mereka ke pasar terdekat, pelajar yang bersekolah di desa lain, hingga warga yang hendak mengurus berbagai hal menuju perkantoran di tingkat kecamatan.

“Untuk Desa Kalikutho, sebelum ada jembatan gantung ini, warga harus memutar sejauh lima kilometer agar dapat sampai ke desa lain. Sedangkan untuk Desa Soropadan, jembatan tersebut memiliki nilai strategis untuk menunjang pengembangan sektor kepariwisataan khususnya desa wisata,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, sampai saat ini Kabupaten Temanggung telah memiliki dua jembatan gantung. Yakni di Soropadan Kecamatan Pringsurat dan di Kecamatan Parakan yang belum lama ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pembangunan dua jembatan gantung dengan ukuran panjang antara 80-90 meter dan lebar 2,5 meter tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 11 miliar yang bersumber dari APBN dan baru selesai dibangun pada awal 2017 lalu.

Sumber: https://jatengprov.go.id/berita-daerah/sujadi-tinjau-jembatan-gantung-soropadan/

foto berita tol pml btg

Tol Pemalang-Batang Ditargetkan Beroperasi 7 Juni 2017

 

Robby Bernardi – detikNews
Share 0Tweet Share 013 komentar
Tol Pemalang-Batang Ditargetkan Beroperasi 7 Juni 2017
Pengerjaan Tol Pemalang-Batang, Sabtu (20/5/2017). Foto: Robby Bernardi
Pemalang – Pengerjaan tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 Kilometer dikebut. Ditargetkan tol ini akan bisa dilalui pengguna jalan pada 7 Juni 2017.

Pantauan di lokasi, Sabtu (20/5/2017), para pekerja sedang membangun jembatan, fly over dan pengecoran lean concrete (LC).

“Semuanya sudah nyambung dari ujung ke ujung. Hanya, LC-nya itu baru sekitar 55 persen,” jelas Pimpro Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Tri Mulyo kepada wartawan di lokasi pembangunan tol, Sabtu (20/05/2017).

Pengerjaan Tol Pemalang-Batang. Foto: Robby Bernardi

Di jalur tol sepanjang 39,2 KM tersebut terdapat 14 jembatan permanen dan 7 jembatan temporary untuk mempersiapkan jalur fungsional lebaran 2017.

Dari 14 Jembatan permanen, jembatan di Comal menjadi yang terpanjang dengan panjang hampir 300 meter.

Di antara jembatan-jembatan temporary, terdapat satu jembatan bailey di sungai Sragi dengan panjang 70 Meter. Sedangan jembatan-jembatan sementara lainnya menggunakan baja dengan panjang 8 meter hingga 20 meter.

Pembangunan beberapa flyover sudah selesai. Sedangkan beberapa lainnya masih dikebut, salah satunya fly over di Comal yang memiliki panjang 250 meter.

Di lokasi yang terletak di Comal Baru, tampak para pekerja sedang memasang girder sepanjang 50 meter dengan berat 130 ton. Setelah girder-girder terpasang, nantinya akan dipasang rangka beton.

“Kalau untuk fungsional,timbunan sudah pada angka 85 hingga 90 persen. sedangkan untuk LC baru sekitar 55 persen. Tanggal 7 (Juni) itu diharapkan sudah bisa dilalui,” tabah Tri Mulyo.

Di Jalur tol Pemalang-Batang ini, PBTR menyiapkan dua rest area. Yakni rest area temporary di Kalang Depok di wilayah Pemalang dan rest area Candiareng, wilayah Batang.

“Di rest area ini, selain sebagai tempat istirahat juga ada pemenuhan kebutuhan BBM dari Pertamina” terang Tri Mulyo.

Fungsionalisasi Tol Pemalang-Batang diharapkan bisa memecah arus kendaraan di Jalur Pantura pada musim mudik lebaran nanti.

“Kami akan melakukan pemasangan rambu-rambu petunjuk dan informasi, sehingga akan mempermudah para pemudik dalam mengambil arah,” katanya.

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya crowded (macet) parah dalam tol seperti tahun lalu di Brebes, PBTR telah mengantisipasi dengan adanya exit tol fungsinal temporary. Exit tol ini ada di beberapa titik pertemuan jalur dengan jalur reguler, yang dilengkapai dengan papan petunjuk arah.
(sip/sip)

sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3506762/tol-pemalang-batang-ditargetkan-beroperasi-7-juni-2017

exam 2

Bupati Pekalongan: Material Tanah Proyek Tol Berceceran di Jalan sudah Makan Korban

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meminta kepada pelaksana proyek pembangunan jalan tol agar memperbaiki jalanan yang rusak karena dilalui truk.
Selain jalan rusak di beberapa lokasi, Asip mengatakan juga menerima keluhan warga terkait material tanah urukan jalan tol yang beserakan di jalan.

Jalan terparah akibat material tanah urukan jalan tol diakui Asip terdapat di daerah Kecamatan Bojong.
Bahkan di lokasi ini, material tanah yang berserakan di jalan telah menimbulkan korban terjatuh dari sepeda motor.
“Jalan rusak akibat dilalui truk angkutan proyek jalan tol. Selain itu muncul masalah baru, material tanah yang berserakan di jalan jadi licin saat terkena hujan,” kata Asip, Senin (27/2/2017).
Asip mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan pelaksana jalan tol dalam hal ini PT SMJ agar segera memperbaiki jalanan yang rusak. Material tanah yang berserakan di jalanan juga harus segera disiram dan dibersihkan agar tidak membahayakan masyarakat.
Teguran pernah dilayangkan Asip kepada pelaksana proyek jalan tol yang terkesan lamban menangani perbaikan jalan rusak akibat dilalui truk besar proyek jalan tol.
“Kali ini kami beri teguran lagi, material tanah yang berceceran di jalan sudah memakan korban. Banyak warga yang terjatuh karena licin, tapi tidak ada penanganan dari pelaksana proyek. Kami minta masalah itu segera diselesaikan,” katanya.
Menurut Asip, dia bisa saja mengambil langkah tegas terhadap pelaksana proyek jalan tol. Namun itu urung dilakukan mengingat jalan tol merupakan proyek nasional yang harus segera diselesaikan.
“Kami bisa saja memblokade jalannya kalau pelaksana proyek ini membandel, tidak memikirkan kepentingan masyarakat. Tapi itu tidak boleh dilakukan, jalan tol itu proyek nasional,” katanya.
Asip mengatakan, pihaknya juga telah membentuk tim pemantau yang nantinya akan berpatroli mencari jalan jalan rusak akibat dilalui truk angkutan jalan tol. “Kami sudah bentuk tim patroli juga dari Dinas Perhubungan. Nantinya tim ini berpatroli mencari jalan rusak lalu melaporkan ke saya,” katanya. (*)

perbaikan-jalan-kendal

Jalan di Cepiring Diperbaiki, Ganjar Dipuji, Mirna Dicibir

Solopos.com, KENDAL — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Sabtu (4/1/2017), melalui akun Twitternya @ganjarpranowo mengumumkan bahwa Jl. Raya yang melintasi kawasan Kecamatan Weleri hingga Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) telah diperbaiki. Perbaikan infrastruktur di Kendal itu membuat publik pengguna Internet (netizen) puas dan memuji kinerja sang gubernur.

Pujian kepada sang gubernur itu dilontarkan sejumlah netizen yang tergabung dalam grup Facebook Liputan Kendal Terkini. Mereka menganggap Gubernur Ganjar Pranowo sangat memperhatikan infrastruktur di Kendal, bahkan meskipun jalan rusak di Kendal itu sejatinya bukan merupakan tanggung jawabnya

Kerusakan di Jl. Raya yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada 1808 itu adalah kini tergolong jalur jalan nasional yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Nyatanya, lubang-lubang di jalan rusak itu telah menelan korban jiwa, sehingga jajaran Bina Marga Jateng pun diturunkan untuk menanganinya.

Sejumlah netizen sok tahu memaparkan bahwa jalur jalan itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah pusat. Sejatinya jalur jalan nasional seperti Jl. Raya semacam yang melintasi wilayah Kecamatan Weleri hingga Cepiring itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah pusat, bukan pemerintah provinsi.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya justru sibuk mencibir Bupati Kendal Mirna Annisa yang mereka anggap tak memperhatikan infrastuktur jalan di sejumlah daerah di Kabupaten Kendal yang menjadi tanggung jawabnya. Netizen-netizen itu mengeluhkan banyaknya jalur jalan desa yang seharusnya menjadi tanggung jawab Mirna sama sekali tak diperhatikan.

“Bupatine ora tau lewat jln raya. numpae pesawat dadi ora ngerti kahanane lur [Bupatinya naik pesawat, jadi tak tahu keadaan di jalan raya],” sindir pengguna akun Sa Bani.

“Terus nasib jalan kecil gimana ya? kog g diperbaiki juga,” keluh pengguna akun Fara Alea Cipoey.

Infrastruktur berupa jalur jalan di Kendal memang sudah lama menjadi sorotan netizen karena tak kunjung diperbaiki. Terlebih Jl. Raya yang kini banyak berlubang dan sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Para netizen nyinyir itu bahkan tak mau tahu bahwa perbaikan atas jalan rusak itu bukan tanggung jawab bupati pilihan mereka, melainkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Beberapa waktu lalu, seorang pengendara sepeda motor tewas terlindas truk setelah menghindari lubang jalan di Jl. Raya yang melintasi kawasan Kendal. Hal itu lah yang membuat netizen semakin geram. Namun setidaknya dengan perbaikan salah satu infrastruktur di Kendal yang diumumkan Gubernur Ganjar itu dapat mengobati rasa geram netizen. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Sumber: Solopost.com

Proses Rigid
Proses Rigid

Bina Marga Petakan 9000 Lubang Jalan di Jateng

Proses Rigid

 SEMARANG – Program Jateng Tanpa Lubang (JTL) telah terlaksana 80 persen. Rata-rata ditemukan 1.000 lubang di setiap balai pelaksana teknis (BPT).

Dengan jumlah BPT di Jateng ada sembilan, berarti sejauh ini ada 9000 lubang yang sudah dipetakan Dinas Bina Marga Jateng.

Kepala Bidang Bina Teknik Dinas Binamarga Jateng Hanung Triyono mengatakan, temuan tersebut berada disepanjang 2.565,61 Km di 263 ruas jalan provinsi, serta 1.390,57 Km di 231 ruas jalan nasional. “Dari seluruhnya, 80 persen sudah kami tangani,” katanya, Minggu (25/1).

Pengerjaan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan alat. Untuk ruas yang lubangnya jarang, langsung ditambal. Tapi untuk jalan yang rusak parah harus diratakan dahulu.

“Jika kondisi jalan pondasinya sudah tidak memungkinkan ditambal, kami skrup untuk diratakan dulu. Rata-rata lubang yang ditemukan berdiameter sampai 30 centi meter. Itu langsung kami tambal,” ungkap Hanung.

Bina Marga menargetkan pengerjaan JTL selesai 100 persen pada 31 Januari sesuai instruksi Gubernur. “Setelah selesai JTL kami akan evaluasi langsung,” katanya.(MJ-11)