ar-hanung-triyono

DPU Binmarcipka Jateng Mempunyai Doktor Baru

Hari ini Rabu, 6 September 2017 DPU Binmarcipka Jateng Mempunyai Doktor Baru, AR Hanung Triyono telah meraih gelar Doktor pada Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta yang diselenggarakan pada hari
Rabu, 6 September 2017.

AR Hanung Triyono yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Rancang Bangun dan Pengawasan dengan Pangkat/ Golongan : Pembina Tingkat I (IV/b), kelahiran Sragen, tanggak 29 November 1966 telah berhasil meraih gelar Doktor, Studi : Pemeliharaan Jalan Provinsi di Jawa Tengah.

ABSTRAK

Penyelenggaran jalan memrioritaskan pemeliharaaan, perawatan dan pemeriksaan jalan secara berkala untuk mempertahankan tingkat pelayanan jalan dan lebih dikembangkan guna meningkatkan kinerja jalan. Ekspektasi masyarakat Jawa Tengah yang sangat tinggi terhadap tuntutan pemenuhan kebutuhan khususnya infrastruktur jalan yang dituangkan dalam mail dan laporan masyarakat dari berbagai media masa, Dinas Bina Marga Jawa Tengah memerlukan pengembangan model manajemen lingkungan dalam penyelenggaraan rutin jalan dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka pemenuhan kondisi jalan yang representatif, dapat melayanai penggguna jalan secara aman dan nyaman.

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis SEM dan SWOT dengan Variable Independen Laten (X) yaitu ; Peran Serta Masyarakat dalam pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan jalan (PSM); Perilaku Masyarakat dalam pemanfaatan jalan (PMJ) Pelayanan Jalan Provinsi (PJP); Keselamatan Kerja di Jalan Provinsi (KJP); Sistem Manajemen Trintegrasi (SMT) dan Variabel dependen laten (Y) pemeliharaan rutin jalan provinsi yang terintegrasi dengan sistem manajemen lingkungan dan melibatkan peran serta masyarakat (MML)

Hasil analisi data menunjukkan Kondisi penyelenggaraan pemeliharaan rutin jalan provinsi di Jawa Tengah saat ini belum menerapkan manajemen lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat; Oleh karena itu dikembangkan model manajemen lingkungan dengan hasil H1: Peran Serta Masyarakat (PSM) berpengaruh positif terhadap Model Manajemen Lingkungan (MML); H2: Perilaku Masyarakat dalam Pemanfaatan Jalan (PMJ) berpengaruh positif terhadap Model Manajemen Lingkungan (MML); H3: Pelayanan Jalan Provinsi (PJP) berpengaruh positif terhadap Model Manajemen Lingkungan (MML); H4: Keselamatan Kerja di Jalan Provinsi (KJP) berpengaruh positif terhadap Model Manajemen Lingkungan (MML); H5: Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) berpengaruh positif terhadap Model Manajemen Lingkungan (MML). Strategi pengelolaan pemeliharaan rutin jalan provinsi di Jawa Tengah dengan Analisis SWOT didapatkan, posisi kekuatan Dinas Bina Marga Jawa Tengah berada pada Kuadran II (strategi diversivikasi), artinya Dinas Bina Marga Jawa Tengah adalah sebuah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang kuat namun menghadapi tantangan besar. Terdapat Implementasi penyusunan program dan kegiatan pengelolaan pemeliharaan rutin jalan provinsi di Jawa Tengah berdasarkan model manajemen lingkungan dalam penyelenggaraan pemeliaraan rutin jalan provinsi dengan melibatkan peran serta masyarakat (Mas Bima), sehingga Standar Operasional Prosedur (SOP) diperlukan dalam setiap kegiatan.