pantau_rambu_elektronik_2

2 Rambu Elektronik DRK Kledung – Kertek Siap Ingatkan Kendaraan Berat Wajib Pindah Gigi 2

KBRN, Semarang : Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Kabupaten Wonosobo bersama Satlantas Polres Wonosobo dan Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Bina Marga Wonosobo bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), terkait upaya meningkatkan keselamatan pengemudi di daerah rawan kecelakaan (DRK) jalur Kledung – Kertek.

Selama 2 hari berturut-turut para petugas menyelesaikan pemasangan 2 rambu elektronik, 13 rambu peringatan, dan ditambah 9 flashing mulai dari kawasan terminal keselamatan area Sumbing Sindoro Park hingga Pasar Kertek.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkimhub Bagyo Sarastono saat ditemui di sela pemantauan rambu elektronik, bersama Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, Rabu (22/9/2021) menerangkan, pihaknya langsung bergerak memasang alat rambu elektronik berupa layar LED running text 24 Jam berisi peringatan bagi pengemudi kendaraan berat.

“Maksud dan tujuan dari banyaknya rambu peringatan ini, adalah kami bersama unsur-unsur terkait berupaya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di DRK Kledung – Kertek,” jelas Bagyo.

Dari rekomendasi KNKT, Bagyo menyebut jalur rawan dengan turunan tajam dan panjang hampir 9 kilometer memicu banyak kejadian kecelakaan lalulintas yang sebagian besar bahkan menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu diupayakan sejumlah antisipasi.

“Selain pemasangan 2 rambu elektronik di Depan Sinsu dan Candiyasan hasil bantuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, kami juga bekerja sama dengan BBPJN untuk melakukan ekstensi jalur penyelamat di Prumbanan agar berfungsi lebih maksimal,” lanjutnya.

Para pengemudi kendaraan, khususnya bermuatan berat yang hendak melintas mulai dari Kledung, diwajibkan Bagyo untuk menaati rambu-rambu yang dipasang, khususnya terkait keharusan memindahkan persneling kendaraan ke gigi 2.

“Dari hasil analisa tim KNKT, pemakaian rem kendaraan untuk mengurangi kecepatan bagi kendaraan berat tidaklah cukup, mengingat turunan di DRK Kledung – Kertek tergolong tajam dan panjang, sehingga diperlukan dukungan engine break melalui perpindahan gigi ke yang lebih rendah,” ungkapnya.

Senada, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro juga menyebut pentingnya antisipasi dini terhadap potensi kecelakaan di DRK Kertek melalui pemasangan rambu peringatan.

“Bapak Gubernur Jawa Tengah sendiri menaruh perhatian besar terhadap kondisi jalur Kledung – Kertek ini, karena berkali-kali kecelakaan beliau juga langsung menghubungi kami untuk secepatnya melakukan upaya pencegahan,” ungkap Henggar.

Karena itulah, pihaknya mengaku tak ragu untuk support perlengkapan pendukung pencegahan dini berupa rambu elektronik kepada Dinas Perkimhub Kabupaten Wonosobo.

Kepada jajaran Dinas Perkimhub dan satuan lalulintas Polres serta BBPJN Kabupaten Wonosobo, Henggar berharap agar upaya pencegahan melalui pemasangan rambu juga ditindaklanjuti dengan menempatkan petugas agar setiap pengemudi kendaraan berat benar-benar masuk ke terminal keselamatan terlebih dahulu, untuk pengecekan kondisi mesin maupun rem sebleum melanjutkan perjalanan ke arah Kertek.

Terkait hal tersebut, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Sudar mengaku siap sepenuhnya mendukung upaya pencegahan dini kecelakaan di DRK Kledung-Kertek.

“Prinsipnya kami akan siap dengan petugas yang bersiaga mengingatkan para pengemudi agar memindahkan persneling kendaraan ke gigi 2 untuk menekan angka kecelakaan,” tegas Iptu Sudar.

Dengan sinergi lintas sektor serta dukungan banyak rambu peringatan yang telah terpasang, Sudar mengaku optimis kejadian kecelakaan di jalur rawan tersbut akan dapat diminimalisir. (Danang/don).

cover 1 gabung

Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Ahli Muda Bidang Konstruksi Jawa Tengah Tahun 2021

Semarang – Pembangunan SDM merupakan salah satu prioritas pembangunan dan menjadi salah satu agenda prioritas nasional. Di bidang jasa konstruksi terkait dengan isu SDM, masih rendahnya kompetensi tenaga kerja konstruksi, menjadi perhatian khusus sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi kekuatan utama untuk mencapai keberhasilan dalam membangun khususnya di bidang konstruksi. Mengingat di era pasar global, perlu meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi agar mampu bersaing dengan negara lain.

Sesuai dengan amanah terkandung dalam UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan ditegaskan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bahwa salah satu kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi yaitu penyelenggaraan pelatihan tenaga ahli jasa konstruksi. Dalam rangka peningkatan kapasitas para pelaku jasa konstruksi di Provinsi Jawa Tengah, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas PU Bina Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Ahli Muda Bidang Konstruksi tahun 2021.

Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Ahli Muda Bidang Konstruksi ini akan dilaksanakan dalam 3(tiga) serangkaian kegiatan. Dimulai dengan pembekalan materi tambahan selama 4(empat) hari dari tanggal 6-9 September 2021, selanjutnya peserta juga dijadwalkan mengikuti pendalaman materi melalui Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri (SIBIMA) yang dimulai sejak tanggal 6-15 September 2021. Peserta yang memenuhi syarat kelulusan pada 2 (dua) tahapan sebelumnya akan lanjut ke tahapan uji sertifikasi. Rangkaian uji sertifikasi dilaksanakan mulai tanggal 20-24 September 2021, dengan assesor dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Persiapan kegiatan ini telah dimulai beberapa bulan sebelumnya mengkoordinasikan dengan perguruan tinggi untuk perekrutan calon peserta fresh graduate dan penandatanganan dokumen Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah dengan 9 (sembilan) Perguruan Tinggi dan 1 (satu) Politeknik di Jawa Tengah. Perguruan Tinggi tersebut yang terlibat dalam kegiatan yaitu UNDIP, UNS, UNSOED, UNNES, USM, UNISSULA, UNTAG, UPGRIS, UNIMUS dan Politeknik Negeri Semarang.

Kegiatan ini akan dimulai dengan seremonial acara pembukaan pada tanggal 6 September 2021 dan akan melibatkan perserta lebih dari 900 orang peserta, yang merupakan para lulusan baru atau fresh graduate yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang ada di Jawa Tengah. Kegiatan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Ahli Muda Bidang Konstruksi yang akan terselenggara minggu depan ini sebagai wujud kerjasama antara Kementerian PUPR melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat khususnya dalam hal peningkatan kapasitas SDM bidang konstruksi dan untuk mendukung pembangunan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. (bjk-766he)

BALAI DESA KURIPAN (4)

KONSULTASI PUBLIK PHJD PAKET WONOSOBO – KEJAJAR – DIENG DI BALAI DESA KURIPAN

Sehubungan dengan kegiatan Preservasi dan Pelebaran Jalan Wonosobo – Kejajar – Dieng pada Program Hibah Jalan Daerah KSPN Borobudur Provinsi Jawa Tengah Dinas PU BMCK Mengadakan Konsultasi Publik dengan mengundang kelompok masyarakat (termasuk perempuan dan disabilitas) disemua paket yang telah terkontrak yang dilaksanakan di Balai Desa Kuripan, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo Tanggal 11 Juni 2021