28 nov 2017

Dibeton dan Ditinggikan

KUDUS- Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng menargetkan proyek jalan Kudus – Purwodadi rampung dalam bulan ini.

Pejabat pelaksana teknis proyek jalan itu, Eko Budihartanto mengatakan hal itu sewaktu mengecek progres, Senin (27/11). Dikatakan, peningkatan kualitas jalan di wilayah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati Kudus itu dilakukan melalui pembetonan dan peninggian, serta pembuatan drainase.

Dilengkapi Drainase Proyek dengan nilai anggaran Rp 2.460.807.000 dan dimuai sejak Oktober lalu itu harus rampung dalam waktu 70 hari kalender. Jalan sepanjang 700 meter dan lebar 7 meter itu ditinggikan 40 sentimeter, dan dilengkapi dengan drainase. Pekan ini dilanjutkan pengecoran tahap akhir.

Menurut dia, perbaikan lanjutan atau tahap kedua jalan tersebut dinilai relatif cepat dibanding tahapan sebelumnya. Pasalnya hal ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat. ”Jadi perlu dikerjakan dengan cepat dan tepat, tanpa mengurangi kualitas.”

Dikatakan, jalan kelas III itu untuk kendaraan maksimal dengan muatan sumbu terberat (MST) 8 ton. ”Kami juga berharap pengguna jaan, terutama sopir angkutan barang, memahami ketentuan itu. Pemahaman itu supaya umur jalan itu bisa lebih panjang.”(J18-14)

22 nov 2017

Drainase Jalan Kudus-Purwodadi Bisa Kurangi Genangan

KUDUS– Drainase Jalan Kudus- Purwodadi yang pekan ini sudah mulai dibuat di sebelah selatan yang masuk wilayah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati Kudus dinilai bisa menekan potensi genangan di jalan milik Pemprov Jateng tersebut.

Ini dikarenakan drainase lebih dalam dan lebar dibanding sebelumnya. ”Kami optimistis setelah drainase ini jadi bisa menampung air hujan,” kata konsultan pekerjaan perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi Guntoro saat memantau proses pembuatan drainase, kemarin.

Ia juga menuturkan, drainase yang baru ini sebenarnya menggantikan drainase yang lama. Dengan ukuran lebih besar,sehingga bisa mencukupi daya tampung air dan hal inilah bisa menekan munculnya genangan seminimal mungkin.

”Tentunya keberadaan drainase ini diharapkan berfungsi hingga jangka panjang,” terangnya. Pihaknya menuturkan, memang sebelum drainase ini dibuat, akses jalan tersebut memiliki kontur rendah sehingga setiap tahun menjadi langganan genangan dan diharapkan untuk ke depannya hal tersebut tidak terjadi lagi.

”Karena air sudah terbuang ke hilir dengan sempurna melalui drainase tersebut,” ungkapnya. Pihaknya juga menuturkan, target pengerjaan drainase ini dipastikan lebih cepat. Seiring dengan hal tersebut, pekerjaan perbaikan jalan terus berjalan.

”Kami harapkan sebelum penghujung tahun bisa selesai semua dan dapat dilintasi pengguna jalan tanpa menimbulkan kemacetan lagi,” paparnya. Dia menambahkan, ketika nanti drainase sudah jadi diharapkan masyarakat sekitar bisa ikut menjaga kebersihan saluran air tersebut. ”Dengan demikian tidak ada sumbatan yang menyebabkan fungsi drainase menjadi tidak maksimal,” tandasnya. (J18-48)

22 November 2017 | Suara Muria

gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo_20171025_131045

Gubernur Jateng Resmikan Lima Fly Over Sekaligus di Brebes

TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan lima proyek infrastruktur secara bersamaan, di Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes, Rabu (25/10/2017). Peresmian ditandai dengan pembunyian sirine.

Lima proyek tersebut antaralain paket pembangunan Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes, penyedia konstruksi PT Adhi – CDI KSO masa pelaksanaan 180 Hari dengan nilai kontrak Rp 64.299.093.100,00

Paket pembangunan Fly Over Klonengan, Kabupaten Tegal, penyedia konstruksi PT Hutama – Maratama KSO, masa pelaksanaan 180 Hari sejak 29 Desember 2016, Nilai Kontrak Rp 112.417.000.000,00

Paket pembangunan Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal, penyedia konstruksi PT Abipraya – Eskapindo KSO, masa Pelaksanaan 180 Hari sejak 23 Desember 2016, dengan nilai kontrak Rp 58.716.900.000,00

Paket Pembangunan Fly Over Kretek, Kab Brebes, penyedia Konstruksi PT Adhi – CDI
KSO, masa pelaksanaan 180 Hari sejak 23 Desember 2016, senilai kontrak Rp 82.987.679.500,00

Pelebaran Jalan Teuku Umar-Jl Setiabudhi (Pembangunan Underpass Jatingaleh) Kota Semarang, sepanjang 1,300 kilometer, sumberdana dari APBNÂ TA 2015-2017 Rp 62.910.922.000,00, dengan Penyedia Jasa PT. Armada Hada Graha.

Saat peresemian, Ganjar mengungkapkan, latar belakang dibangunnya Fly Over ini adalah adanya kemacetan arus lalulintas yang jadi tradisi tiap tahun ketika arus mudik Lebaran. Adanya fly over ini diharap persoalan tersebut tertangani.

“Ini kerja seperti bandung bondowoso, pekerjaan selama 4,5 bulan ini sangat cepat. Saya sampaikan ke masyarakat sekitar Fly Over, selama ini sudah aktif bekerjasama dalam pembebasan lahan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja para petugas lapangan dari Kementerian PUPR yang ia nilai bekerja ekstra.

“Kita doakan masyarakat yang mudik ke Jateng tidak kecut rahinya (wajahnya) tapi mesem penuh kebahagiaan,” ungkap Ganjar.

Bupati Brebes, Idza Priyanti mengungkapkan, adanya Flay Over ini tentu akan mengurangi tingkat kepadatan arus lalulintas. Utamanya ketika musim arus mudik Lebaran.

“Jika sebelumnya jalan-jalan di Brebes selalu macet, kemarin saat Lebaran dan sekarang sejak adanya Fly over maka semuanya lancar,” katanya. (*)

 

 

papan peringatan geyer pol pp

Papan Peringatan Sudah Terpasang Di Seluruh Ruas Utama BPTJ Purwodadi

pemesangan papan peringatan oleh satpol pp

Pada hari kamis tanggal 5 Oktober 2017, Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Purwodadi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengeh telah memasang sebanyak sepuluh buah papan peringatan pada tanah lambiran jalan di seluruh ruas utama di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora dan Kabupaten Sragen. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara yang dilakukan, mengingat sangat maraknya bangunan liar yang memanfaatkan bahu jalan dan tanah lambiran jalan yang sangat sulit ditertibkan.

WhatsApp Image 2017-11-13 at 07.22.37

Rambu Tambahan Kudus-Pati Dikaji

Antisipasi Kecelakaan

KUDUS-Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus akan mengkaji penambahan rambu dan sarana jalan setelah terjadi peristiwa kecelakaan di Terban yang mengakibatkan tiga korban meninggal (SM,9/11).

Selain rambu-rambu dan papan peringatan, sarana lain yang dipertimbangkan untuk dipasang yakni pita jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU).

Pelaksana tugas Kadinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris mengemukakan, hal tersebut pada Minggu (12/11). Dia menyadari, langkah tersebut tetap harus mempertimbangkan kewenangan yang dimiliki institusinya. Pasalnya, jalan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

“Mungkin akan kami tambahi rambu dan papan peringatan,” katanya.

Adapun soal pita jalan, tentu harus dikoordinasikan lebih lanjut kepada institusi yang mempunyai kewenangan atas jalan tersebut. Menurutnya, meskipun jalan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat tetapi bila terjadi sesuatu dilapangan maka yang akan terkena dampaknya yakni di sekitar lokasi, yakni warga Kudus dan sekitarnya.

Median

Mengenai median jalan, beberapa kali memang sudah diusulkan. Menurutnya, sesuai ketentuan Bina Marga, median jalan dapat dibuat jika lebar perkerasan atau aspal rigid minimal 14 meter.

Adapun lebar jalan Pantura Timur Kudus saat ini 11 meter. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Polres Kudus sebagai upaya antisipasi bersama mengantisipasi kecelakaan. “Kami akan melakukan apa yang menjadi kewenangan kami,”kata dia.

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Lantas, AKP Eko Rubiyanto menyatakan, imbauan untuk selalu berhati-hati saat melintas di Jalan Kudus-Pati selalu disampaikan. Salah satunya, juga dilakukan dalam bentuk pemasangan rambu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Hanya saja, banyak faktor penyebab terjadinya kecelakaan, salah satunya dari pengguna jalan itu sendiri.

“Peningkatan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan untuk menghindari kecelakaan di kawasan tersebut,” katanya. (H8-54)

tpa-jetis-purworejo

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Tinjau TPA Jetis Kabupaten Purworejo

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Bambang Nugroho Kristiadji beserta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Permukiman dan Bangunan Gedung, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Sigit Krida Hariono serta Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Jawa Tengah H. Hasir Tjene meninjau pembangunan TPA Jetis dan pembangunan program IPA Jembangan di Kabupaten Kebumen, beberapa waktu lalu..

Peninjauan TPA Jetis bertujuan untuk mengetahui progres pembangunan kolam IPL dan Galian Landfill serta Bangunan – banguan penunjang arah pelayanan Kabupaten Purworejo dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang ada di lapangan guna mendukung percepatan pembangunan TPA Jetis.

Bambang menghimbau agar pembangunan TPA Jetis dapat selesai tahun ini, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Selain itu juga dilakukan peninjauan IPA Jembangan di Kabupaten Kebumen bertujuan untuk mengetahui progres pembangunan IPA Jembangan kapasitan 100 l/detik dan pemasangan pipa jaringan distribusi utama SPAM Regional Keburejo arah pelayanan Kabupaten Kebumen, dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang ada di lapangan guna mendukung percepatan pembangunan SPAM Regional Keburejo.

Bambang berharap agar lebih banyak program Pamsimas bagi masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan Provinsi Jawa Tengah, guna mendukung percepatan pencapaian target RPJMN 100-0-100. (RBT.Randal Jateng).