1617864023664-b2_detail

Jadi Mandor Penataan Borobudur, Ganjar Respon Cepat Kendala Di Lapangan

MAGELANG -Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memenuhi janjinya menjadi mandor proyek penataan kawasan Borobudur pada Kamis (8/4/2021). Sembari gowes, Ganjar berkeliling Magelang untuk memantau sejumlah proyek yang sedang berlangsung.

Beberapa proyek yang dikunjungi Ganjar antara lain, proyek pengolahan sampah di Desa Tuksongo, pembangunan community center Desa Kembanglimus, pembangunan gerbang Palbapang dan pengembangan desa akses budaya Mendut-Pawon, di Desa Bojong, Magelang.

Tidak hanya mengecek progres pembangunan, Ganjar juga menanyakan secara langsung permasalahan yang dihadapi. Misalnya, saat meninjau pembangunan gerbang Palbapang, Ganjar mendapat laporan adanya kendala tiang listrik di lokasi proyek.

Ganjar merespon laporan itu dengan langsung meminta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, untuk menelpon langsung General Manager PLN. Setelah ditelpon, persoalan itu langsung selesai.

“Ini konsekuensi setelah saya minta izin ke Pak Menko untuk jadi mandor, saya harus memantau secara langsung. Sehingga persoalan seperti dengan PLN tadi, bisa langsung telpon GM dan selesai. Secepat itu sebenarnya kita menyelesaikan masalah di lapangan,” kata Ganjar.

Begitupun saat Ganjar menemukan persoalan pembangunan yang harus merubah tata ruang. Ganjar langsung bicara dengan Pemerintah Kabupaten Magelang, dan segera diproses.

“Maksud saya, yang pernik-pernik (persoalan) seperti ini bisa cepat (diatasi). Kalau ada yang ‘tersumbat, harus dibolongi’. Nanti (persoalan) yang butuh kebijakan lebih besar, tentu kami konsultasi dengan pusat. Jadi hari ini, saya menjalankan tugas mandor itu,” ucapnya.

Dari pantauannya, sejumlah pekerjaan fisik di kawasan Borobudur sudah berjalan. Setidaknya, ada 13 titik pekerjaan fisik yang sedang dikerjakan.

“Saya lihat progresnya bagus, sudah ada yang dibangun, ada di satu lokasi progresnya sampai 6 persen. Saya minta ada laporan mingguan, sehingga bisa kami pantau,” tegasnya.

Selain itu, ada pula pengolahan sampah di sejumlah titik di Borobudur yang ditinjaunya. Ganjar optimis, pengembangan itu akan membuat kebersihan lingkungan lebih terjaga.

“Bagus tadi saya tengok, pengolahan sampahnya terpadu, kebersihan terjaga. Kalau semua sampah di Borobudur bisa ditangani dengan baik, ini akan bagus,” tegasnya.

Meski pembangunan fisik telah berjalan, namun ia ingin penataan kawasan Borobudur juga merambah pembangunan non fisik, seperti event, sport tourism, seni, budaya, balkondes, partisipasi masyarakat dan lainnya.

“Jadi penataan ini harus menyeluruh, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Kepala Satker Permukiman Wilayah 1 Jateng Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih mengatakan, progres pembangunan seluruh proyek di Borobudur sekitar 7 persen. Pihaknya akan terus mengebut dan ditargetkan 13 titik lokasi pembangunan fisik selesai pada akhir tahun ini.

“Kami senang karena pak Ganjar memantau secara langsung. Kami akan berupaya mempercepat pekerjaan dan beliau sudah komitmen kalau ada kendala langsung dilaporkan,” kata Dwiatma.

“Nanti tiap minggu akan kami laporkan progresnya, agar kalau ada hambatan bisa dicarikan solusi bersama,” tambahnya.

Sumber: https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=5073

KANAL ADUAN

Kanal Pengaduan BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Perlunya suatu kanal dalam menampung aspirasi masyarakat membuat Kabuptan/Kota di Jawa Tengah terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
Dengan memanfaatkan kanal website maupun social media, masyarakat dapat melaporkan keluhan, aduan, kritik maupun saran kepada pemerintah sehingga terwujud pembangunan yang lebih baik.
Dari kanal yang sudah disediakan oleh Kabupaten/Kota, diharapkan masyarakat dapat membantu mengawasi jalannya pemerintahan serta turut serta dalam pengawalan pelayanan publik.
Berikut daftar kanal aduan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah:

DSC_1040

LAUNCHING APLIKASI CINTA LAPANGAN DAN PEMBAYARAN CASHLESS

SEMARANG – Selasa, 09 Maret 2021, diadakan Launcing aplikasi Cinta Lapangan dan sistem pembayaran “Cashless “ oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya bertempat di BPJ Tegal.
Aplikasi cinta lapangan adalah aplikasi pekerja lapangan yang memudahkan pekerja, pada aplikasi terdapat fitur presensi dan riwayat presensi yang di gunakan para pekerja, para pekerja lapangan dapat langsung melakukan presensi dengan mengunggah foto diri pada saat akan bekerja, dan kemudian data akan tersimpan pada riwayat presensi dan tercatat pada dokumen pdf presensi, fitur fitur pada aplikasi akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan untuk memudahkan pekerja dalam bekerja.
Dengan adanya aplikasi ini diharapkan konsultan di lapangan semakin tertib dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan optimal.
Selain launching Aplikasi Cinta Lapangan, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah juga melaunching sistem pembayaran “cashless” untuk POKMAS (Kelompok Masyarakat) Bina Marga. Pokmas merupakan kelompok masyarakat miskin yang diberdayakan oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya untuk membantu proses pengerjaan jalan seperti tambal lubang dan pembersihan rumija.

DSC_0928

Jalan Bebas Lubang di Jawa Tengah Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh balai jalan yang ada di sejumlah daerah, lebih proaktif dan merespons cepat aduan dari masyarakat terkait jalan rusak yang disebabkan cuaca ekstrem. Khususnya jalan yang berlubang cukup dalam.

“Selain respons cepat, saya juga meminta teman-teman PU (Pekerjaan Umum) menghitung betul kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia), peralatan dan membuat metode penanganan yang baik, dengan menggandeng kampus, lembaga penelitian dan lainnya yang lebih berpengalaman,” ucap Ganjar saat berkunjung ke Kantor Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK), Selasa (9/03/2021).

Mengingat intensitas hujan yang sudah turun, Ganjar meminta perbaikan jalan yang saat ini sedang berlangsung untuk dilakukan percepatan.

“Sekarang intensitas hujan juga sudah turun, jadi harus dikebut. Selain itu, lelang-lelang juga sudah selesai dan beberapa ruas sudah mulai dikerjakan. Saya minta itu dibereskan secepatnya, tidak hanya jalan tapi juga sungai,” kata Ganjar.

Terkait penanganan jalan berlubang, Ganjar melihat semua petugas di lapangan sudah bekerja dengan baik. Untuk itu, ia meminta untuk pekerjaan terus dilakukan.

“Saya dapat laporan tiap hari, hanya memang ada sejumlah jalan yang tingkat kerusakannya cukup parah, itu tidak bisa ditambal karena harus ada peningkatan jalan. Tapi untuk jalan yang lubangnya dalam, saya minta secepatnya ditangani,” imbuh Ganjar.

Untuk melakukan percepatan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami komunikasi terus dengan Kementrian PUPR, dan memang ada kekurangan-kekurangan dari kami, itu dibantu pusat. Kemarin saja penanganan jalur pantura, kami dapat tambahan sekitar Rp400 miliar,” pungkas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas PU BMCK Jawa Tengah, AR Hanung Triyono menegaskan perbaikan jalan rusak terus dilakukan. Ia menargetkan, sebelum lebaran nanti perbaikan jalan berlubang sudah terselesaikan.

“Jadi teman-teman tidak berhenti sejak akhir tahun lalu hingga saat ini untuk melakukan perbaikan. Memang kemarin terkendala pengadaan bahan, tapi kami targetkan April nanti selesai. Jadi, sebelum lebaran kami upayakan Jateng sudah bebas lubang,” kata Hanung.

Selain pemeliharaan rutin, pihaknya juga siap melaksanakan proyek peningkatan di sejumlah ruas jalan Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi yang kondisinya tidak bisa dipelihara rutin, kita rencanakan dengan peningkatan. Sudah ada beberapa paket peningkatan jalan yang sudah selesai, seperti ruas Surakarta-Gemolong yang sekarang sudah kami kerjakan,” tutup Hanung.

Sumber: https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=4998

KANAL ADUAN

Kanal Pengaduan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Perlunya suatu kanal dalam menampung aspirasi masyarakat membuat Kabuptan/Kota di Jawa Tengah terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
Dengan memanfaatkan kanal website maupun social media, masyarakat dapat melaporkan keluhan, aduan, kritik maupun saran kepada pemerintah sehingga terwujud pembangunan yang lebih baik.
Dari kanal yang sudah disediakan oleh Kabupaten/Kota, diharapkan masyarakat dapat membantu mengawasi jalannya pemerintahan serta turut serta dalam pengawalan pelayanan publik.
Berikut daftar kanal aduan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah:

FLYOVER PURWOSARI (3)

Diresmikan Hari Ini, Flyover Purwosari Bisa Digunakan Masyarakat

SURAKARTA – Flyover Purwosari resmi beroperasi. Pengoperasian jalan layang kedua di Surakarta ini dilakukan pascaperesmian oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Moeljono, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (13/2/2021).

“Alhamdulillah sudah diresmikan. Siang ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas,” kata Basuki.

Basuki mengatakan, pembangunan flyover merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi perlintasan sebidang. Hal ini untuk meminimalkan resiko kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api, serta mengatasi kemacetan yang ditimbulkan saat kereta melintas.

“Sedikit demi sedikit kita hilangkan satu bidang persimpangan jalan dengan kereta. Nantinya akan kita buat di Gilingan dan Simpang Joglo. Entah kita bikin underpass atau elevated rail seperti di Gambir. Semuanya dibutuhkan untuk menghindarkan perlintasan sebidang,” tandas Basuki.

Flyover Purwosari memiliki panjang total konstruksi 700 meter, dengan badan jalan terdiri atas dua lajur dua arah. Flyover terbentang dari Kerten hingga Purwosari, melintasi jalur rel Stasiun Purwosari.

Keberadaannya menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan ini, baik dari arah Kartasura menuju Jalan Slamet Riyadi maupun sebaliknya, akibat adanya perlintasan kereta sebidang rute Solo-Yogyakarta.

Gubernur Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas diresmikannya flyover ini. Ganjar berharap Flyover Purwosari dapat mengatasi kemacetan di kawasan ini.

“Masyarakat Solo selamat, ya. Flyovernya bagus. Mudah-mudahan tidak macet lagi. Silakan dipakai. Menarik, itu di tengah-tengah flyover ada menara masjid persis di tengahnya. Cuantik. Selamat ya,” kata Ganjar.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menambahkan, jalan layang ini diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat. “Kendaraan berat tidak boleh melintas di jalan ini,” tandas Rudy, sapaan FX Hadi Rudyatmo.

Rudy mengenang Flyover Purwosari sebagai karya terakhirnya sebelum purnatugas dari jabatan Wali Kota Surakarta pada 17 Februari mendatang. Terlebih, peresmian jalan layang ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-61.

“Tanggal 13 itu angka sial, tapi 6 tambah 1 itu tujuh, pitulungan kata orang dulu. Jadi ini bisa menjadi pertolongan atas kesialan,” canda Rudy.

Dua Bulan Lebih Cepat

Flyover Purwosari dibangun mulai 8 Februari 2020 oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan anggaran tahun 2020 dan 2021 sebesar Rp 114,18 miliar. Pengerjaan konstruksi ditargetkan rampung pada April 2021 namun berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat.

Flyover Purwosari sempat dibuka untuk uji coba pada 21-26 Desember 2020. Setelah masa uji coba, flyover kembali ditutup untuk pengerjaan minor seperti pengecatan marka jalur lambat, penyelesaian kerb, pemasangan pagar pengaman di atas rel kereta api, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur lambat, dan pekerjaan lainnya.

Di bagian kolong barat Flyover Purwosari terdapat skate park yang dapat dimanfaatkan warga untuk bermain skateboard.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Agung Budi Waskita mengatakan di flyover ini terdapat dua patung penari gambyong, masing-masing di bagian barat dan timur jalan, sebagai simbol ucapan selamat datang bagi pengguna jalan yang akan memasuki Kota Surakarta. Kedua patung ini sekaligus sebagai ikon Flyover Purwosari.

“Kami juga berikan menempatkan motif batik kawung, ceplok, dan lereng, selain untuk mempercantik juga sekaligus sarana edukasi masyarakat tentang motif batik yang ada di Kota Surakarta,” kata Agung.